Infobontang.Id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai kembali melakukan penertiban terhadap spanduk atau reklame iklan rokok secara serentak di seluruh kelurahan.
Penertiban ini telah dilakukan sejak awal pekan lalu dan berlanjut hingga hari ini, Rabu (18/06/2025).
Dilaporkan ada kurang lebih 200 spanduk iklan rokok yang telah diturunkan diberbagai lokasi termasuk, dibeberapa toko sembako yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah Kota Bontang.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemkot dalam menjaga predikat Kota Layak Anak serta memperkuat kebijakan larangan promosi produk tembakau yang telah diberlakukan sejak 2022.
“Dari 2022 kami tidak pernah lagi menerbitkan izin reklame rokok. Penertiban ini juga dilakukan serentak dengan melibatkan lintas OPD Pemkot Bontang,” ungkap Idrus, Jabatan Fungsional Ahli Muda Penata Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang.
Idrus menjelaskan, penertiban dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bapenda, serta aparat dari kecamatan dan kelurahan. Setiap kelurahan membentuk tim untuk menertibkan spanduk di masing-masing wilayah kerja.
“Titik reklame sudah dipetakan Satpol PP. Karena itu, kami bagi per-kelurahan agar prosesnya lebih cepat dan merata,” jelas Idrus.
Jenis reklame yang ditertibkan sangat beragam, mulai dari spanduk, banner, hingga neon box.
Tercatat reklame mempromosikan produk rokok bermerek LA paling banyak yang ditertibkan.
Penertiban ini juga tentunya dilakukan secara persuasif dengan meminta lebih dulu pemilik toko untuk melakukan penertiban secara mandiri.
“Kami minta turunkan mandiri lebih dulu, kalau tidak bisa maka kami yang turunkan. karena ada pemilik spanduk mau turunkan sendiri agar reklame tidak rusak,” terang Idrus.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, telah mengeluarkan instruksi tegas untuk mencabut seluruh bentuk promosi produk rokok di ruang publik.
Arahan ini disampaikan menyusul adanya sorotan publik terhadap keberadaan baliho rokok yang dianggap kontradiktif dengan misi kota sehat dan ramah anak.
“Saya sudah instruksikan, cabut semua plang iklan rokok yang masih ada,” tandas Neni belum lama ini.
Penulis: Andi Syardillah

