Infobontang.id,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang terus memperkuat prinsip transparansi dalam pelayanan publik.
Salah satunya melalui pembukaan akses pengaduan terpadu yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan terhadap layanan administrasi kependudukan.
Layanan ini tidak hanya menjadi saluran aspirasi, tetapi juga wujud nyata partisipasi publik dalam membangun pelayanan yang lebih responsif dan akuntabel.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai kanal agar masyarakat mudah menyampaikan aduan.
Warga bisa melapor langsung ke kantor, melalui website resmi disdukcapil.bontangkota.go.id, atau lewat WhatsApp dan SMS di 0822-5500-6266.
“Kami ingin memastikan semua keluhan mendapat ruang dan tanggapan yang cepat,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Setiap laporan yang masuk, kata Thamrin, akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan kejelasan data pelapor dan substansi aduan.
“Kami minta identitas lengkap dan penjelasan yang jelas agar bisa segera kami tindak lanjuti. Prosesnya transparan dan bisa dipantau,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah laporan diterima, tim pengaduan akan memberikan penjelasan awal mengenai langkah penyelesaian, sebelum membahasnya secara internal untuk menentukan tindakan terbaik.
“Begitu selesai, hasilnya langsung kami sampaikan kembali kepada pelapor, baik melalui surat resmi maupun media online, sesuai jalur pengaduan yang digunakan,” terang Thamrin.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian dari komitmen Disdukcapil untuk terus berbenah. Setiap masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan.
Dengan sistem pengaduan yang mudah diakses dan transparan ini, Disdukcapil Bontang berharap tercipta budaya pelayanan publik yang lebih partisipatif, terbuka, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Pelayanan publik tidak bisa berjalan satu arah. Kami ingin masyarakat aktif terlibat, karena pelayanan yang baik lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan warga,” tegasnya.
Penulis: Andi Syardilla

