Infobontang.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan, Program Kartu Bontang Pintar (KBP) dipastikan belum dibatalkan, meski hingga kini belum bisa direalisasikan.
program tersebut tetap menjadi prioritas dan akan dijalankan setelah kondisi keuangan daerah membaik.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa penundaan dilakukan sebagai langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran.
Pemerintah daerah memilih menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar tetap optimal.
“Bukan dibatalkan, melainkan ditunda sampai keuangan daerah kembali stabil,” ujarnya, Sabtu, (11/04/2026).
Program KBP sendiri merupakan salah satu janji politik Wali Kota Bontang Neni Moernaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris.
Sejak dibahas pada akhir 2025, program ini awalnya ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Namun, kondisi fiskal daerah memaksa rencana tersebut ditunda.
Dalam perencanaannya, KBP sempat dirancang dengan nilai bantuan Rp1 juta per siswa setiap semester. Angka tersebut kemudian direvisi menjadi Rp300 ribu.
Meski sudah disesuaikan, hasil evaluasi anggaran menunjukkan nominal itu masih belum memungkinkan untuk direalisasikan.
Dana KBP dirancang untuk membantu kebutuhan pendidikan siswa, seperti perlengkapan sekolah dan penunjang kegiatan belajar lainnya.
Namun, dengan proyeksi anggaran daerah yang diperkirakan semakin menurun pada tahun mendatang, kepastian waktu pelaksanaan program masih belum bisa ditentukan.
“Karena anggaran makin berkurang, kami belum bisa memastikan kapan program ini berjalan,” pungkasnya.
Meski tertunda, Disdikbud memastikan komitmen terhadap program tersebut tetap ada, seiring harapan kondisi keuangan daerah dapat segera pulih.
Penulis: Andi Syardilla

