Infobontang.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus berkomitmen menciptakan sekolah mandiri dan berwawasan lingkungan melalui penerapan program Adiwiyata di seluruh jenjang pendidikan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga membangun kemandirian sekolah dalam mengelola lingkungan.
Ia mengatakan, sekolah mengarahkan siswa untuk memilah sampah organik dan nonorganik dan menyediakan fasilitas tempat sampah terpisah agar kebiasaan tersebut terbentuk sejak dini.
“Sejak di sekolah, ilmu ini mestinya sudah dikenalkan kepada siswa,” ujarnya, Sabtu, (11/04/2026).
Tak berhenti pada pemilahan saja, siswa juga didorong untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Mana sampah yang dapat diolah menjadi produk ekonomis maupun pupuk untuk mendukung kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah.
Disdikbud juga menargetkan setiap sekolah memiliki bank sampah. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan plastik sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah.
Menurutnya, sejumlah sekolah di Bontang saat ini telah menunjukkan kemandirian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Hal ini menjadi modal penting untuk memperluas penerapan Adiwiyata ke sekolah lain.
“Yang sudah mandiri cukup banyak, tinggal pembinaan bagi yang baru mulai,” pungkasnya.
Disdikbud Bontang akan terus menggencarkan berbagai program yang berfokus pada kebersihan dan pelestarian lingkungan sekolah.
Penulis: Andi Syardilla

