InfoBontang.Id, – Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Pemuda (Musbangda) di Kota Bontang dapat segera direalisasikan setelah rancangan peraturan daerah (Raperda) yang menjadi dasar pelaksanaannya ditetapkan.
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha, mengatakan keberadaan regulasi tersebut menjadi dasar agar forum khusus kepemudaan dapat mulai dijalankan.
“Setelah Raperda yang menjadi dasar pelaksanaan forum tersebut ditetapkan, Musbangda sudah dapat mulai dilaksanakan,” ujar Noni, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, Musbangda memiliki konsep berbeda dengan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Forum tersebut secara khusus diarahkan untuk membahas berbagai persoalan pemuda sekaligus menghimpun gagasan dan aspirasi dari kalangan kepemudaan.
Dia menjelaskan, pelaksanaan Musbangda nantinya akan berada di bawah leading sector perangkat daerah yang mengampu urusan kepemudaan, yakni Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar).
“Musyawarahnya bukan musyawarah perencanaan pembangunan, tapi musyawarah pembangunan pemuda. Nanti yang mengampu atau leading sector-nya di Dispopar,” jelasnya.
Ia menilai Musbangda tidak harus menjadi forum yang membutuhkan anggaran besar. Sebab, substansi kegiatan lebih diarahkan pada proses penyerapan aspirasi, diskusi mengenai persoalan pemuda, serta pencarian solusi yang kreatif dan inovatif.
“Tidak banyak menghabiskan anggaran. Lebih banyak ke arah penyerapan aspirasi, diskusi permasalahan pemuda, mencari solusi yang kreatif dan inovatif untuk pemuda,” katanya.
Nantinya, hasil pembahasan Musbangda akan dirumuskan menjadi kesimpulan dan aspirasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah melalui forum kepemudaan.
Aspirasi tersebut kemudian diharapkan dapat menjadi bagian dari pembahasan dalam Musrenbang Kota Bontang.
Noni menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan selama ini juga telah dilakukan melalui Musrenbang.
Sejumlah kelompok masyarakat turut dilibatkan, termasuk forum anak dan forum disabilitas.
“Harapannya semua lini, semua masyarakat, aspirasinya tertampung di Musrenbang,” tuturnya.
Dengan ditetapkannya regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan, Musbangda diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan kepemudaan di Kota Bontang.
Penulis: Rae

