Infobontang.id,- Kegiatan ekstrakurikuler di tingkat sekolah dasar (SD) menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi psikologis siswa. Perubahan suasana hati (mood), rasa lelah, hingga kebosanan menjadi kendala utama dalam proses latihan.
Seperti kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Negeri 006 Kota Bontang Kecamatan Bontang Selatan Kelurahan Berbas Tengah tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan keterampilan siswa, tetapi juga kesiapan mental.
Zakia Nur Masruroh, Guru pembina ekstrakurikuler, mengatakan, Pada usia sekolah dasar, siswa masih berada dalam tahap perkembangan sehingga cenderung mudah merasa jenuh dan mengalami perubahan emosi.
“Anak-anak itu kadang semangat di awal, tapi di tengah jalan bisa merasa bosan,” ujarnya, Senin, (13/04/2026).
Kondisi tersebut kerap memengaruhi konsistensi siswa dalam mengikuti latihan. Terlebih setelah menjalani kegiatan belajar di kelas, energi siswa sering kali sudah berkurang.
Ia menjelaskan, pihak sekolah menilai tantangan tersebut sebagai hal yang wajar. Proses ini justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
“Namanya juga anak-anak, perubahan mood itu hal biasa,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pembina biasanya menerapkan berbagai variasi latihan dan menyisipkan permainan agar suasana tetap menyenangkan.
Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat, tetapi juga membantu siswa belajar mengelola emosi dan menjaga semangat dalam berproses.
“Kami menjaga suasana latihan tetap menyenangkan agar siswa bisa belajar sekaligus menikmati prosesnya,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

