InfoBontang.Id, – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang terus berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari kepemudaan, olahraga, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dispopar-Ekraf memilih memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung berbagai program pengembangan sumber daya manusia.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Kota Bontang dalam bentuk kolaborasi program dan kebijakan publik yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Saat ini kita mengalami keterbatasan anggaran karena kondisi fiskal daerah yang belum stabil. Karena itu, kami perlu membangun kolaborasi dengan perusahaan melalui program TJSL atau CSR,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, Eko menegaskan kerja sama tersebut bukan dalam bentuk bantuan dana tunai.
Dispopar-Ekraf lebih mengedepankan dukungan berupa fasilitas, pelatihan, maupun penyelenggaraan program yang memiliki tujuan bersama.
Beberapa program yang berpotensi dikolaborasikan antara lain pelatihan pemandu wisata (tour guide), pengembangan pelaku ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan fasilitas milik perusahaan seperti arena menembak, bowling, dan sarana lainnya sebagai tempat latihan atlet Bontang yang masih memiliki keterbatasan fasilitas.
Selain itu, Dispopar-Ekraf juga mendorong pelaksanaan seminar, pelatihan, dan kegiatan edukatif bagi kalangan pemuda dengan melibatkan Duta Narkoba sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Semua perusahaan yang memiliki potensi akan kami datangi untuk audiensi. Kami ingin membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan berdampak bagi masyarakat,” kata dia.
Menurutnya, keberhasilan kebijakan publik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan hubungan yang sehat antara tiga unsur utama, yakni masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
Masyarakat berperan sebagai subjek yang terus ditingkatkan kompetensinya sekaligus pelaku pembangunan ekonomi, perusahaan memberikan dukungan melalui program dan fasilitas, sedangkan pemerintah bertindak sebagai regulator yang memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan.
Dirinya berharap seluruh perusahaan di Kota Bontang dapat menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, peningkatan kompetensi publik di bidang kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Penulis: Rae

