InfoBontang.Id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Bapperida menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan gizi yang disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal.
Kebijakan tersebut dinilai perlu dibangun melalui perencanaan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor.
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha, mengatakan ketahanan pangan dan gizi tidak dapat dibangun hanya melalui satu kebijakan maupun satu sektor.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan membutuhkan sinergi antarsektor serta perencanaan yang mampu melihat potensi dan kebutuhan daerah secara menyeluruh.
Noni menegaskan, penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PG BPSDL) harus tetap mengacu pada arah pembangunan Kota Bontang yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
Setiap target dan rencana aksi yang nantinya dirumuskan, kata dia, harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan prioritas pembangunan daerah.
“Jadi, setiap target dan rencana aksi harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan arah pembangunan daerah,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai dokumen perencanaan tidak boleh hanya berakhir sebagai administrasi, tetapi harus mampu menjadi dasar dalam menentukan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
“Karena itu, pendekatan berbasis potensi sumber daya lokal menjadi penting agar kebijakan yang dirumuskan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Bontang,” teranfnya.
Dengan perencanaan yang terarah dan terintegrasi, RAD-PG BPSDL diharapkan dapat menjadi instrumen yang mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Rae

