Infobontang.id,- Pemerintah Kota Bontang menempatkan peningkatan kesejahteraan guru sebagai salah satu strategi utama dalam menekan angka anak putus sekolah. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar, Selasa, (07/04/2026).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Syahruddin, menyampaikan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2027.
Ia menegaskan, upaya menekan angka putus sekolah tidak hanya dilakukan melalui bantuan kepada siswa, tetapi juga dengan memperkuat peran tenaga pendidik.
“Melalui RKPD 2027 yang dibahas dalam Musrenbang ini, kami menegaskan komitmen agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Bontang,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan insentif bagi guru sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, berbagai program pendukung turut disiapkan, seperti bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu serta pendampingan bagi anak yang berisiko putus sekolah.
Tak hanya fokus pada akses pendidikan, Pemkot Bontang juga menargetkan peningkatan kualitas melalui penguatan literasi dan numerasi siswa.
“Selain itu, penguatan literasi dan numerasi siswa menjadi fokus agar kualitas pendidikan semakin meningkat,” pungkasnya .
Melalui forum Musrenbang ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi untuk mewujudkan pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.
Penulis: Andi Syardilla

