Infobontang.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menaruh perhatian serius pada penguatan sistem digital dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalisasi potensi kecurangan sekaligus meningkatkan transparansi proses pendaftaran.
Penguatan tersebut dibahas dalam penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang kini tengah dimatangkan bersama para kepala sekolah negeri dari jenjang TK hingga SMP, serta pengawas sekolah se-Kota Bontang, dalam pertemuan yang digelar akhir tahun lalu.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan tersebut.
Menurutnya, penggunaan aplikasi SPMB akan menjadi instrumen penting dalam memastikan proses berjalan lebih tertib dan akuntabel.
“Penggunaan aplikasi SPMB penting untuk menekan potensi kecurangan sekaligus mempermudah proses pendaftaran,” ujarnya. Kamis, (9/04/2026).
Tak hanya sebatas imbauan, peserta yang terlibat dalam penyusunan juknis juga mendapatkan pembekalan teknis terkait penggunaan aplikasi. Mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi, hingga validasi data calon peserta didik.
Selain aspek digitalisasi, pembahasan juga mencakup mekanisme penerimaan dan jadwal pelaksanaan SPMB 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan dapat berjalan seragam di setiap satuan pendidikan.
Saparuddin menjelaskan, penyusunan juknis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan SPMB berlangsung objektif dan transparan.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia, khususnya operator sekolah, menjadi kunci dalam mendukung implementasi sistem berbasis digital tersebut.
“Seluruh pihak diminta bekerja optimal agar penerimaan murid baru berjalan baik dan berintegritas,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

