Infobontang.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan guru swasta, Sabtu, (11/04/2026).
Selain menaikkan insentif, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembentukan koperasi bagi para tenaga pendidik.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengungkapkan bahwa pada 2026 ini insentif guru swasta mengalami kenaikan menjadi Rp2 juta.
Kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peran penting guru dalam mencerdaskan generasi muda.
“Untuk guru PAUD, SD dan SMP di Bontang nilai insentif sudah naik di awal 2026,” ujarnya.
Meski demikian, mekanisme pencairan insentif masih menggunakan skema per triwulan. Disdikbud mengimbau seluruh guru swasta agar segera melengkapi administrasi sebagai syarat pencairan dana tersebut.
“Saat ini pencairan per triwulan, jadi guru diminta melengkapi administrasi lebih dulu,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada insentif jangka pendek, Disdikbud juga membentuk koperasi guru sebagai upaya memberikan perlindungan finansial di masa depan.
Program ini diharapkan dapat membantu guru swasta memiliki jaminan hari tua (JHT) setelah memasuki masa purna tugas.
Menurut Saparuddin, langkah ini penting agar para guru tetap memiliki kepastian hidup meski sudah tidak lagi aktif mengajar.
Saat ini, Disdikbud Bontang menempatkan peningkatan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Dengan dukungan tersebut, diharapkan para tenaga pendidik dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
“Kami berharap guru dapat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

