InfoBontang.Id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai strategi pembangunan hijau yang terintegrasi dalam perencanaan daerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus membuka peluang pendanaan berbasis lingkungan yang kini semakin berkembang.
Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin, mengatakan pembangunan hijau bukan hanya berorientasi pada upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Menurutnya, daerah perlu memanfaatkan berbagai peluang pendanaan yang tersedia untuk mendukung program-program pengurangan emisi gas rumah kaca.
Salah satu peluang tersebut berasal dari skema pendanaan karbon yang saat ini mulai diterapkan di Kalimantan Timur (KalTim).
“Pemerintah Kota Bontang perlu bergerak cepat menyiapkan rencana kegiatan yang dapat diakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah Tahun Anggaran 2027,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, Kalimantan Timur menerima alokasi pendanaan konversi karbon melalui skema Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF).
Dalam skema tersebut, Kota Bontang menjadi salah satu daerah yang berpotensi memperoleh manfaat dari pendanaan berbasis kinerja lingkungan.
Karena itu, berbagai program yang mendukung pengurangan emisi perlu disiapkan sejak dini agar dapat terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Kesiapan program menjadi faktor penting untuk memastikan peluang pendanaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Syahruddin menilai pembangunan rendah karbon harus menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Kota Bontang.
Selain mendukung target pengurangan emisi, pendekatan tersebut juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Berbagai sektor dapat berkontribusi dalam agenda tersebut, mulai dari pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas kawasan hijau, rehabilitasi lahan, hingga penguatan tata kelola pembangunan yang ramah lingkungan.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
Bapperida sebagai perangkat daerah yang mengoordinasikan perencanaan pembangunan terus mendorong agar program-program pembangunan hijau masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Dengan perencanaan yang matang, peluang pendanaan karbon dapat menjadi instrumen pendukung pembangunan sekaligus memperkuat komitmen Kota Bontang terhadap keberlanjutan lingkungan.
Penulis: Rae

