InfoBontang.Id, – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pemanfaatan fasilitas olahraga telah mencapai ratusan juta rupiah selama Semester I Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator tingginya pemanfaatan sarana olahraga milik pemerintah oleh masyarakat.
Kepala Bidang Olahraga Dispopar-Ekraf Bontang, Fitriansyah, mengatakan seluruh tarif pemanfaatan fasilitas olahraga telah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi daerah.
Regulasi tersebut menjadi dasar dalam pengelolaan aset sekaligus mendukung peningkatan penerimaan daerah.
“Rinciannya nanti ada di Perda. Kalau diperlukan, saya bisa kirimkan tautannya,” ujar Fitriansyah saat ditemui, Senin (29/6/2026).
Salah satu penyumbang PAD terbesar berasal dari pemanfaatan Sport Center Bontang.
Tarif penyewaan fasilitas tersebut disesuaikan dengan waktu penggunaan, di mana tarif malam menjadi yang tertinggi.
“Kalau Sport Center, tarif malam sekitar Rp500 ribu per jam. Kalau siang, kalau tidak salah sekitar setengahnya. Yang jelas, tarif tertinggi memang sekitar Rp500 ribu per jam,” jelasnya.
Selain Sport Center, sejumlah fasilitas olahraga lain yang dikelola Dispopar-Ekraf juga turut memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Tingginya minat masyarakat, komunitas olahraga, hingga penyelenggara berbagai kegiatan menjadi faktor yang mendorong peningkatan pendapatan dari sektor tersebut.
Fitriansyah mengatakan Dispopar-Ekraf optimistis penerimaan PAD dari fasilitas olahraga akan terus meningkat hingga akhir tahun seiring semakin intensifnya pemanfaatan aset pemerintah.
Menurutnya, pengelolaan yang profesional, didukung regulasi yang jelas serta pemeliharaan fasilitas yang berkelanjutan, akan membuat aset olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan daerah yang dapat mendukung pembangunan dan pengembangan olahraga di Kota Bontang.
Penulis: Rae

