InfoBontang.Id, – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata Bontang Kuala.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen ini juga disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Pemungutan Retribusi, Pengamanan Kawasan, dan Parkir Kawasan Wisata Kota Bontang yang digelar di Ruang Rapat Dispoparekraf, Kamis (2/7) lalu.
Rapat itu dipimpin Kepala Dispoparekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, didampingi Kepala Bidang Pariwisata M. Ihsan.
Pertemuan turut menghadirkan perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda), Dinas Perhubungan, Kecamatan Bontang Utara, serta Kelurahan Bontang Kuala sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyusun langkah strategis pengelolaan kawasan wisata.
Kepala Dispoparekraf Kota Bontang, Eko Mashudi mengatakan, pengelolaan kawasan wisata tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
Menurutnya, dibutuhkan koordinasi dan pembagian peran yang jelas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Salah satu fokus pembahasan dalam rapat adalah sinkronisasi pelaksanaan pemungutan retribusi wisata dan retribusi parkir yang selama ini masih berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan pengunjung.
“Melalui koordinasi lintas OPD, diharapkan mekanisme tersebut dapat ditata lebih baik sehingga memberikan kepastian bagi masyarakat,” ucapnya, Sabtu (4/7/2026).
Sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap pemungutan retribusi objek wisata di kawasan Bontang Kuala, Dispoparekraf mengusulkan penyesuaian titik pemungutan retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan, khususnya bagi pengunjung yang menuju kafe-kafe di luar kawasan Pelataran Bontang Kuala.
Langkah itu dinilai dapat menciptakan sistem yang lebih tertib dan mudah dipahami.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan pemungutan retribusi juga menjadi perhatian bersama. Karena itu, Dispoparekraf mengajak Bappenda, Kecamatan Bontang Utara, dan Kelurahan Bontang Kuala untuk memperkuat kolaborasi, baik dalam mendukung pemungutan retribusi maupun membantu pengaturan parkir di kawasan wisata.
Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada periode kunjungan tertinggi, terutama setiap Jumat hingga Minggu.
Pada waktu tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke Bontang Kuala meningkat signifikan sehingga memerlukan pengelolaan yang lebih terkoordinasi.
“Melalui sinergi lintas perangkat daerah, kami optimistis pengelolaan kawasan wisata Bontang Kuala akan semakin tertib, aman, dan profesional,” kaganya.
Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata sebagai salah satu penopang PAD Kota Bontang.
Penulis: Rae
