InfoBontang.Id, – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang melakukan monitoring pelaksanaan pemungutan retribusi di kawasan Pelataran Bontang Kuala, Kamis (16/7/2026) sore.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pemungutan retribusi berjalan sesuai ketentuan sekaligus memantau jumlah kunjungan wisatawan.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Dispopar-Ekraf dalam mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan pemungutan retribusi melalui karcis yang diberikan kepada setiap pengunjung.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan monitoring rutin diperlukan untuk memastikan pelayanan kepada pengunjung tetap berjalan dengan baik, sekaligus menjamin proses pemungutan retribusi berlangsung secara tertib dan akuntabel.
Menurutnya, jumlah pengunjung pada Kamis sore tercatat sekitar 250 orang.
Angka tersebut diperoleh berdasarkan jumlah karcis retribusi yang dikeluarkan kepada pengunjung selama operasional berlangsung.
“Pada sore ini jumlah pengunjung kurang lebih mencapai 250 orang. Kondisi tersebut kami ukur dari jumlah karcis yang dikeluarkan sebagai bukti pembayaran retribusi bagi setiap pengunjung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah kunjungan pada hari itu dipengaruhi kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan.
Meski demikian, aktivitas wisata di Pelataran Bontang Kuala tetap berlangsung dan pengunjung masih datang untuk menikmati kawasan wisata tersebut.
Dia menambahkan, data kunjungan yang diperoleh melalui karcis retribusi menjadi salah satu indikator dalam mengevaluasi tingkat kunjungan wisatawan.
Selain itu, data tersebut juga menjadi dasar untuk melihat efektivitas penerapan retribusi di destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah.
Melalui monitoring berkala, Dispopar-Ekraf berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata, baik dari sisi pelayanan kepada pengunjung maupun optimalisasi penerimaan retribusi daerah.
“Semoga ini dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bontang,” tutupnya.
Penulis: Irha

