InfoBontang.Id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Mini Turnamen Bola Voli Antar Klub Kelompok Usia (KU) U-15.
Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet muda yang selama ini dibina klub-klub bola voli di Kota Bontang bersama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Bontang.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi yang rutin.
Menurutnya, turnamen kelompok umur menjadi wadah penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Pemkot Bontang melalui Dispopar-Ekraf mendukung pelaksanaan Mini Turnamen Bola Voli antar klub kelompok usia U-15 sebagai upaya pembinaan atlet-atlet muda yang dibina klub-klub di Kota Bontang bersama PBVSI Kota Bontang,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan sejak usia muda menjadi langkah strategis dalam menyiapkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai tingkatan, mulai dari level lokal, regional hingga nasional.
Dengan adanya pembinaan yang konsisten, diharapkan regenerasi atlet bola voli di Kota Bontang dapat terus berjalan.
Selain menjadi ajang pembinaan, turnamen tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027.
Mengingat Kota Bontang akan menjadi tuan rumah, kebutuhan akan atlet yang kompetitif menjadi perhatian sejak sekarang.
“Termasuk di dalamnya mempersiapkan atlet bola voli untuk POPDA 2027 karena Kota Bontang menjadi tuan rumah tahun depan. Persiapan harus dilakukan sejak dini agar atlet memiliki kesiapan yang maksimal,” katanya.
Lebih jauh, ia bilabg, semakin banyak kompetisi yang diikuti atlet usia muda, maka semakin besar pula kesempatan mereka memperoleh pengalaman bertanding.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun mental bertanding.
Menurutnya, pertandingan yang rutin digelar juga dapat menjadi sarana evaluasi bagi pelatih dalam melihat perkembangan teknik maupun kemampuan individu setiap atlet.
Dari hasil evaluasi itu, pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing pemain.
Ia menilai kompetisi kelompok umur merupakan mata rantai penting dalam proses regenerasi atlet.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, atlet-atlet junior akan memiliki kesiapan untuk naik ke level senior ketika dibutuhkan memperkuat tim Kota Bontang pada berbagai kejuaraan.
“Semakin banyak kompetisi antar klub dan kelompok umur, maka akan meningkatkan pengalaman bertanding, kemampuan teknik, serta mental pemain dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Ini juga menjadi langkah mempersiapkan atlet dari level junior menuju senior pada masa mendatang,” tutupnya.
Penulis: Rae

