Infobontang.Id, – Pemkot Bontang akhirnya kembali menggulirkan rencana pembentukan klub sepak bola Kota Taman yang dinamai Bontang Khatulistiwa FC.
Komitmen pembentukan klub sepak bola baru ini pun kini dibahas serius dalam rapat kerja bersama dengan melibatkan seluruh stakeholder di Kota Bontang, pada Senin (21/10/2025).
Hal ini bukan hanya semata tentang olahraga, tetapi juga upaya menghidupkan kembali kebersamaan antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat.
Karena keberadaan klub sepak bola tentu bisa menjadi simbol sinergi untuk kebanggaan seluruh warga Kota Bontang. Terlebih pembentukan klub sepak bola ini juga merupakan antusias desakan warga Bontang.
Dalam rapat bersama sejumlah perusahaan, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pentingnya dukungan industri dalam rencana pembentukan klub baru sepak bola Bontang.
Diharapkan partisipasi seluruh perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) tentu bisa menjadi menjadi imunitas mendorong pembentukan klub agar bisa bersaingan dikanca liga nasional.
Namun disayangkan langkah Pemkot ini tak begitu mulus. Pasalnya rapat pembentukan klub yang mengundang 70 pihak perusahaan terpantau sepi. Terhitung hanya 11 perwakilan yang hadir.
Kondisi ini pun sempat membuat Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris Geram dalam rapat.
Politis Gerindra itu menyayangkan atas banyaknya perwakilan perusahaan yang turut tidak hadir dalam rapat yang diinisasi Pemkot Bontang.
“Begitu mengecewakan karena seluruh perusahaan yang kami undang, ternyata yang hadir hanya 11 perwakilan,” ungkap pria yang kerap disapa AH, Senin (21/10/2025).
Menurut AH, rapat ini merupakan momen penting untuk kepentingan bersama. Mengingat agenda selanjutnya merupakan rapat finalisasi yang rencananya bakal kembali digelar pada Rabu mendatang.
Dirapat finalisasi nanti, tentu juga menjadi hal penting untuk menagih komitmen perusahaan terhadap dukungan untuk memajukan olahraga sepak bola di Kota Taman.
Surat pengajuan bantuan pun direncanakan akan disebar ke seluruh perusahaan untuk menentukan bentuk dukungan masing-masing.
“Rabu kami finalisasi. Masing-masing perusahaan membawa keputusan, iya atau tidak. Kalau iya, berapa besar dukungannya. Kalau tidak, itu akan menjadi catatan kami,” tambahnya.
Penulis: Andi Syardilla

