Infobontang.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong penerapan pendampingan bagi siswa inklusi demi menciptakan proses belajar yang kondusif di sekolah. Kebijakan tersebut telah diterapkan di SMP Negeri 1 Bontang.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pendampingan bagi siswa inklusi, khususnya yang memiliki kondisi psikologis tertentu, dinilai penting untuk mendukung implementasi pendidikan inklusif di sekolah.
“Kami menilai pendampingan ini penting bagi siswa agar proses belajar mengajar di ruang kelas bisa berjalan baik,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto, menegaskan bahwa siswa inklusi tetap mengikuti pembelajaran bersama siswa lainnya di kelas reguler tanpa dipisahkan.
Menurutnya, pendampingan diberikan secara selektif sesuai kebutuhan siswa, terutama dari sisi psikologis, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kenyamanan siswa lain.
“Pendampingan ini dilakukan jika memang kondisi psikologis siswa memerlukan,” jelasnya.
Riyanto menjelaskan, pada tahun 2025 lalu pihak sekolah menerima dua siswa inklusi. Selama proses belajar berlangsung, keduanya mendapatkan pendampingan.
Meski demikian, mereka tetap memperoleh perlakuan yang sama seperti siswa lainnya, baik dari segi hak maupun kewajiban.
“Tidak ada pemisahan. Siswa inklusi tetap belajar bersama siswa umum,“ tambahnya.
Pendampingan ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing siswa. Sementara untuk penyediaan pendamping menjadi tanggung jawab orang tua.
Dalam pelaksanaannya, pendamping diperbolehkan berada di dalam kelas guna membantu siswa mengikuti pembelajaran. Namun, kehadirannya bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi siswa.
“Jika kondisinya sudah stabil, pendamping bisa berada di luar kelas,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardiila
