Infobontang.id,- Semangat belajar tak mengenal usia. Fenomena ini terlihat dari tingginya minat warga lanjut usia di Kota Bontang yang ingin menuntaskan pendidikan melalui jalur non-formal.
PLT Kepala SPNF SKB Kota Bontang, Khairul Saleh, mengungkapkan bahwa tidak sedikit calon peserta didik berusia 50 hingga 60 tahun yang mendaftar program pendidikan kesetaraan. Mereka datang dengan motivasi kuat untuk mengejar ijazah yang belum sempat diraih di masa lalu.
“Pendaftarnya cukup banyak, bahkan usia 50–60 tahun, namun banyak yang mundur setelah tahu prosesnya seperti sekolah formal,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Ia menjelaskan, sesuai regulasi, pendidikan kesetaraan memiliki durasi yang sama dengan pendidikan formal. Program Paket A ditempuh selama enam tahun setara SD, sedangkan Paket B dan Paket C masing-masing selama tiga tahun setara SMP dan SMA.
Kondisi ini menjadi kendala utama bagi peserta usia lanjut yang umumnya menginginkan proses belajar yang lebih singkat dan fleksibel. Perbedaan ekspektasi tersebut membuat sebagian peserta memilih tidak melanjutkan proses pendaftaran.
Meski demikian, terdapat kebijakan khusus bagi peserta Paket A yang berusia di atas 24 tahun. Mereka diwajibkan mengikuti Asesmen Kompetensi Dasar untuk mengukur kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
“Peserta yang lulus asesmen bisa langsung masuk Kelas 4,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

