Infobontang.id, — Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif bagi masyarakat.
Salah satu terobosan yang kini diterapkan adalah sistem pembelajaran fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, khususnya bagi warga yang telah bekerja atau berusia dewasa.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SPNF SKB Bontang, Khairul Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan skema kelas mandiri untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Yang sudah bekerja atau berusia di atas 24 tahun masuk kelas mandiri,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran kelas mandiri dibagi ke dalam empat tahap terstruktur setiap bulannya. Pada pekan pertama, peserta didik mengikuti pembelajaran tatap muka untuk menerima materi utama. Selanjutnya, pekan kedua diisi dengan pembelajaran daring yang disertai pemberian tugas.
Memasuki pekan ketiga, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi konsultasi guna memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Sementara itu, pekan keempat dimanfaatkan sebagai tahap pembekalan menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).
Ia menambahkan, meskipun sistem yang diterapkan bersifat fleksibel, kualitas dan arah pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.
“Meski lebih fleksibel, struktur pembelajarannya tetap jelas dan terarah,” pungkasnya.
Melalui sistem ini, SPNF SKB Bontang berharap dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk tetap mengakses pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Penulis: Andi Syardilla

