InfoBontang.Id, – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang menyiapkan program pembinaan remaja sebagai bagian dari upaya menekan berbagai persoalan sosial yang belakangan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang terkait penanganan persoalan usia remaja.
Menurut dia, rapat tersebut membahas sejumlah fenomena yang perlu segera diantisipasi pemerintah.
Mulai dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, hingga berbagai perilaku negatif yang melibatkan kalangan remaja.
“Pak Wakil Wali Kota menyampaikan beberapa permasalahan yang memang perlu dicermati dan harus dilakukan penanganan. Pemerintah tentu tidak bisa berdiam diri melihat persoalan yang ada di lapangan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Sebagai tindak lanjut, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menyampaikan gagasan dan program strategis sesuai tugas pokok masing-masing.
Dispopar-Ekraf pun akan memfokuskan programnya pada pemberdayaan remaja melalui kegiatan yang bersifat positif.
Eko menjelaskan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperbanyak kegiatan olahraga dengan menggandeng klub olahraga, cabang olahraga (cabor), serta berkolaborasi dengan sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurutnya, aktivitas positif dapat menjadi ruang bagi remaja untuk mengembangkan potensi sekaligus menghindari perilaku berisiko.
“Kami akan menyusun program-program yang terkait dengan pemberdayaan remaja. Salah satunya melalui event-event olahraga, bekerja sama dengan klub, cabor, dan juga pihak sekolah melalui Disdikbud,” katanya.
Ia mengakui, berbagai persoalan yang terjadi di kalangan remaja tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya.
Namun, pemerintah berupaya meminimalisasi dampaknya melalui pendekatan pembinaan dan pencegahan secara berkelanjutan.
Dirinya juga menilai jumlah remaja yang terlibat dalam perilaku negatif sebenarnya tidak besar jika dibandingkan dengan total populasi remaja di Kota Bontang. Meski demikian, fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele.
“Walaupun sebenarnya jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan total remaja di Kota Bontang, tetapi adanya fenomena tersebut bukan berarti kita mengabaikan. Justru harus segera kita antisipasi dan lakukan penanganan agar semua remaja dapat terarah dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Rae

