Infobontang.Id -, Polres Bontang akhirnya melakukan tindakan tegas terhadap para pendemo di Muara Badak, Kukar.
Alasan Polres Bontang melakukan tindakan tegas sebab dinilai aksi yang dilakukan Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara, telah mengganggu
ketertiban umum serta berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar di tengah masyarakat.
Diketahuin, aksi demontrasi ini telah berlangsung 8 hari sejak pertanggal 05 Februari 2025 lalu.
Kapolres Bontang AKBP Alex FL Tobing mengatakan langkah ini diambil setalah melalui proses panjang.
Sejak awal aksi di hari-hari sebelumnya, pihaknya telah melakukan upaya persuasif, preemtif dan preventif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan unjuk rasa.
Polres Bontang bersama pemerintah daerah juga telah berusaha mengedepankan dialog dan mediasi guna menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Mediasi yang dilakukan antara warga dan pemerintah menghasilkan kesepakatan untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan pencemaran lingkungan.
“Hal ini yang menjadi pokok tuntutan aliansi peduli nelayan kerang dara. Namun kesepakatan sebelumnya nungggu hasil Lab,” terangnya, Rabu (12/2/2025).
Pendakatan persuasif yang telah dilakukan pun ternyata tidak sesuai harapan. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan tindakan represif yang tegas namun tetap terukur.
Langkah ini dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku serta berlandaskan prinsip profesionalisme dan humanisme dalam mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.
“Bahwa tindakan ini diambil sebagai langkah terakhir setelah semua upaya damai telah dilakukan,” terangnya.
Lebih lanjut, Alex menegaskan bahwa tindakan kepolisian ini tetap memperhatikan hak asasi manusia serta mengutamakan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam aksi.
Dirinya juga mengimbau agar seluruh warga, khususnya para nelayan dan pihak terkait, untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada mekanisme hukum yang berlaku.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan situasi di Muara Badak tetap aman, tertib, dan kondusif serta permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan melalui jalur yang lebih konstruktif.
“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas wilayah dan menunggu hasil uji laboratorium yang akan menjadi dasar dalam penyelesaian permasalahan ini,” ujarnya.
Penulis: Andi Dillah

