Infobontang.Id -, Para keluarga nelayan yang diamankan Polres Bontang akibat demo di Muara Badak Kukar, mulai khawatir.
Pasalnya belum ada kejelasan kapan para pendemo yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Kerang Dara itu dibebaskan.
Salah satu istri nelayan, Legiem mengaku khawatir atas nasib suaminya yang kini masih ditahan polisi sejak Rabu (12/2/2025) kemarin.
Suami Legiem ditahan saat tengah ikut dalam aksi protes terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), di Simpang Muara Badak.
Legiem pun meminta agar pihak kepolisian segera mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan suami.
“Karena saya khawatir dengan kondisi kesehatan suami saya. Sejauh ini belum bisa ditemui karena alasanya masih diperiksa polisi,” ungkap Legiem, Kamis (13/2/2025).
Dirinya juga berharap pihak kepolisian segara membebaskan para Nelayan yang ditahan agar mereka bisa segera berkumpul dengan keluarga.
“Kami berharap keadilan dan tetap memperhatikan hak-hak para nelayan,” teranganya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, total ada 10 orang pendemo yang diamankan.
Jumlah itu bertambah pasca 3 orang kordinator lapangan massa aksi juga turut diangkut saat hendak kabur. Mereka diamankan di jalan poros menuju Anggana Kutai Kartanegara.
“10 orang diamankan. Karena mereka gelar aksi hingga pukul 18.00 Wita. Mereka sampai sekarang statusnya masih saksi. Dimintai keterangan saja dulu dan diamankan di Mapolres,” ucap AKBP Alex.
Penulis: Andi Dillah

