Infobontang.id,- SMP Negeri 3 Bontang tidak hanya menyiapkan kuota bagi siswa inklusi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, tetapi juga menekankan penguatan layanan pendampingan sebagai kunci utama keberhasilan pembelajaran.
Kepala SMPN 3 Bontang, Mukono, mengungkapkan bahwa sekolah berupaya memastikan setiap siswa berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Guru memberi perhatian lebih saat pembelajaran, sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya, Selasa, (14/04/2026).
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan tidak bersifat seragam, melainkan menyesuaikan karakter dan kemampuan siswa. Hal ini dinilai penting agar proses belajar dapat berjalan efektif dan siswa merasa nyaman di lingkungan sekolah.
Selain itu, keberadaan siswa inklusi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya sekolah yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan. Interaksi antar siswa dinilai mampu menumbuhkan sikap empati serta saling menghargai.
“Kehadiran siswa inklusi menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang terbuka,” pungkasnya.
SMPN 3 Bontang tidak hanya menjalankan program inklusi secara administratif, tetapi juga memperkuat implementasinya melalui pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Penulis: Andi Syardilla

