Infobontang.id,- Keterbatasan kewenangan menjadi kendala utama dalam upaya perbaikan jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang. Meski kondisinya dinilai mendesak, perbaikan belum dapat dilakukan karena jembatan tersebut berdiri di atas lahan milik perusahaan dan masih berstatus pinjam pakai.
Jembatan ini menjadi jalur utama bagi aktivitas siswa dan para guru. Namun, hingga kini kondisinya masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berupaya mengajukan permohonan perbaikan kepada perusahaan pemilik lahan, yakni PT Kaltim Industrial Estate (KIE).
“Pengajuan perbaikan ke KIE sudah dilakukan, tetapi belum direspons,” ujarnya, Rabu, (15/04/2026).
Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah berharap adanya perhatian dari perusahaan agar perbaikan dapat segera direalisasikan.
Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang untuk mendorong pembangunan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Upaya ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur yang berada di atas lahan milik pihak perusahaan.
“Koordinasi dengan Disdikbud sudah kami lakukan untuk mendorong pembangunan melalui program CSR,” pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

