InfoBontang.Id, – Di tengah dinamika perubahan sosial, arus digitalisasi, dan tantangan generasi muda di era pembangunan nasional, isu kepemudaan kembali menjadi perhatian dalam berbagai forum strategis di Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Seminar dan Pelatihan Leadership yang digelar dalam rangka Diskusi Kepemudaan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah Kalimantan Timur, yang berlangsung di Bontang pada 22–24 Juni 2026.
Dalam forum yang diadakan Selasa (23/6/2026), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Bontang, Eko Mashudi, hadir sebagai narasumber dan membawakan materi bertajuk “Membaca Zaman: Isu Umat Islam dari Perspektif yang Jernih dalam Pengembangan Generasi Muda di Kalimantan Timur”.
Dirinya menekankan bahwa pemuda Kalimantan Timur saat ini berada pada fase penting dalam sejarah pembangunan daerah, terlebih dengan posisi strategis Kaltim sebagai penyangga utama pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Ia menjelaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Kalimantan Timur merupakan peluang besar yang harus dikelola secara serius, khususnya dalam mencetak generasi muda yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.
Dalam pemaparannya, Eko juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan literasi digital, penguatan karakter, serta ketahanan moral dan spiritual di tengah derasnya arus informasi global.
Pemuda, menurutnya, tidak cukup hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga harus mampu menyaring dan memberi arah pada perubahan tersebut.
Lebih jauh, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan komunitas pemuda dalam membangun ekosistem pengembangan generasi muda yang berkelanjutan.
“Masjid dan pesantren harus menjadi pusat literasi dan inovasi, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga teknologi dan kewirausahaan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan pemuda serta memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan budaya di Kalimantan Timur.
Penulis: Rae

