InfoBontang.Id, – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bontang terus mengakselerasi penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah.
Salah satunya melalui kegiatan Ekspose Hasil Penilaian Mandiri Pemenuhan Data Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 yang diikuti seluruh perangkat daerah, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang digelar melalui Bontang Innovation Clinic (BIONIC) itu menjadi langkah strategis Bapperida untuk mengevaluasi sekaligus mendampingi perangkat daerah dalam melengkapi data dukung inovasi sebelum proses penilaian oleh pemerintah pusat.
Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin, mengatakan ekspose tersebut merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas inovasi sekaligus mengembalikan predikat Kota Bontang menjadi daerah dengan kategori sangat inovatif.
Menurutnya, hasil penilaian sementara menunjukkan masih banyak perangkat daerah yang tingkat kelengkapan data inovasinya berada di bawah 50 persen.
Kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar inovasi yang telah diterapkan di lapangan dapat memperoleh penilaian optimal.
“Target kita bukan hanya banyaknya inovasi yang diinput, tetapi memastikan setiap inovasi memiliki bukti dukung yang lengkap dan substansi yang kuat. Kita ingin kembali meraih kategori sangat inovatif,” ujarnya.
Ia menegaskan inovasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif menjelang penilaian.
Lebih dari itu, inovasi harus menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Dirunya juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memanfaatkan sisa waktu sebelum batas penginputan data untuk menyempurnakan dokumen pendukung.
Menurutnya, banyak inovasi yang sebenarnya telah berjalan, namun belum terdokumentasi secara baik sehingga berpotensi mengurangi nilai dalam penilaian IID.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Bontang, Ade Darmawan, menjelaskan setiap perangkat daerah harus memastikan inovasi yang diajukan memiliki dasar permasalahan, unsur kebaruan, manfaat, bukti implementasi, hingga dampak yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami akan terus melakukan pendampingan agar seluruh perangkat daerah memahami indikator penilaian IID. Yang kita kejar bukan hanya cepat mengisi data, tetapi memastikan seluruh dokumen lengkap, tepat, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bapperida berharap seluruh perangkat daerah semakin siap dalam memenuhi indikator Indeks Inovasi Daerah. Dengan kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kota Bontang optimistis mampu meningkatkan kualitas tata kelola inovasi sekaligus mengembalikan capaian IID ke kategori sangat inovatif.
Penulis: Rae

