InfoBontang.Id, – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bontang mencatat capaian positif dalam pengendalian kemiskinan sepanjang 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,21 persen atau sekitar 6.180 jiwa, melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Bidang PMPAKESRA Bapperida Kota Bontang, Hasman mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan yang telah disusun pemerintah daerah berjalan sesuai rencana dan mampu menghasilkan dampak yang terukur.
Menurutnya, target penurunan angka kemiskinan dalam RPJMD tahun 2025 berada pada kisaran 3,40 persen hingga 3,73 persen. Realisasi sebesar 3,21 persen berarti Bontang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
“Capaian ini tentu menjadi indikator bahwa pelaksanaan program pembangunan berjalan cukup baik dan sesuai arah yang telah direncanakan bersama,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh target pembangunan telah dirumuskan dalam RPJMD dan diterjemahkan ke dalam RKPD sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program masing-masing.
Karena itu, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan bukan hanya menjadi keberhasilan satu OPD, melainkan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang melaksanakan berbagai program sesuai bidang tugasnya.
Hasman menyebut, Bapperida berperan memastikan seluruh program tetap berada dalam koridor perencanaan melalui koordinasi, monitoring, serta evaluasi secara berkala.
Dengan mekanisme tersebut, setiap perangkat daerah dapat bergerak menuju sasaran pembangunan yang sama.
Ia juga menilai capaian tahun 2025 memberikan optimisme bagi pemerintah daerah untuk mencapai target tahun 2026 yang berada pada kisaran 3,40 persen hingga 3,15 persen.
Artinya, posisi Kota Bontang saat ini sudah sangat dekat dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen pembangunan.
Meski demikian, dirinya mengingatkan bahwa tantangan penanggulangan kemiskinan masih akan terus berkembang.
Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah diminta tetap menjaga konsistensi pelaksanaan program agar tren positif tersebut dapat dipertahankan.
Menurutnya, Bapperida akan terus menjalankan fungsi koordinasi dan pengendalian pembangunan sehingga setiap kebijakan yang disusun selalu berbasis evaluasi serta kebutuhan masyarakat.
“Harapannya, keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi benar-benar mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Rae

