InfoBontang.Id, – Rencana bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk Kota Bontang pada 2027 masih belum memiliki kepastian.
Kondisi tersebut mencuat setelah proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim disebut mengalami penurunan cukup signifikan.
Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin, mengatakan pada awal pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kaltim, belum terdapat alokasi bankeu untuk daerah pada 2027.
Namun, setelah pelaksanaan Musrenbang, pemerintah daerah diminta tetap mengajukan usulan bankeu untuk tahun anggaran 2027.
Bontang pun telah mengusulkan pembiayaan untuk sekitar lima hingga enam kegiatan kepada Pemprov Kaltim.
“Awalnya memang tidak ada alokasi bantuan keuangan tahun 2027. Tapi kemudian setelah Musrenbang, kami diminta tetap mengajukan. Untuk Bontang sudah kami ajukan sekitar lima atau enam kegiatan,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Ketidakpastian kembali mengemuka setelah rapat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kepala daerah.
Dalam forum tersebut, belum ada keputusan tegas mengenai ada atau tidaknya bankeu untuk 2027.
Ia menyebut salah satu faktor yang memperkuat kekhawatiran tersebut adalah proyeksi APBD Provinsi Kaltim yang mengalami penurunan.
Anggaran yang sebelumnya berada di kisaran Rp20 triliun disebut diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp12 triliun.
“Gubernur dan kepala daerah memang belum secara tegas menyampaikan ada atau tidak. Tapi indikasinya semakin menguat karena proyeksi APBD provinsi juga turun drastis, dari sebelumnya sekitar Rp20 triliun menjadi Rp12 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, dirinya menegaskan informasi mengenai kemungkinan tidak adanya bankeu 2027 belum dapat dianggap sebagai keputusan final.
Hingga kini, Pemprov Kaltim belum menerbitkan dokumen resmi yang memastikan penghentian atau penghapusan alokasi tersebut.
“Ini dinamis. Kita belum bisa mengatakan tidak ada 100 persen karena memang belum ada keputusan tegas dari provinsi. Biasanya kalau sudah menjadi keputusan, ada formalnya, seperti surat atau dokumen resmi,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih berharap Pemprov Kaltim tetap memberikan alokasi bankeu pada 2027. Kepastian mengenai kebijakan tersebut kini masih menunggu keputusan Gubernur Kaltim.
Sementara untuk tahun anggaran 2026, Pemprov Kaltim disebut masih berkomitmen menyalurkan bantuan keuangan kepada daerah sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penulis: Rae

