Infobontang.id,- Kapasitas tampungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari diperkirakan mulai menipis.
Pemkot Bontang pun memprediksi, daya tampung sampah di TPA hanya bisa bertahan hingga 3 tahun ke depan.
Sehingga Pemkot perlu formulasi untuk menata kembali tata pengelolaan sampah di TPA. Salah satunya upaya mitigasi dengan membuka peluang kerja sama dengan pihak lain.
Wali Kota Bontang, Neni Mornaeni menjelaskan jika saat ini Pemkot telah menjajaki peluang kerja sama dengan pihak Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan.
Bahkan Pemprov Jeju Korsel telah melakukan kunjungan kerja untuk ke tiga kalinya ke TPA Bontang Lestari.
Kunjungan itu, kata Neni, adalah bentuk serius pemerintah dalam melakukan kerja sama melalui program hibah Official Development Assistance (ODA).
“Urgensi inovasi pengelolaan sampah harus menjadi prioritas, mengingat TPA kita yang sudah terbatas usianya. Kita tidak bisa bergantung lagi pada sistem yang lama,” tegas Neni, Jumat (7/11/2025).
Neni menambahkan, kebijakan nasional menuntut daerah untuk mulai beralih dari pola lama.
“Sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, mulai 2030 pemerintah daerah tidak lagi diperkenankan membangun TPA baru. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi keharusan,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan Jeju, Bontang diharapkan menjadi salah satu kota percontohan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan, menuju visi Bontang Zero Waste 2029.
“Kita doakan melalui program ini, Bontang bisa berhasil mengelola sampah dan bisa jadi percontahan buat kabupaten lain,” tandasnya.
Penulis: Andi Syardilla

