Infobontang.id,- Tidak sekadar mengurus dokumen kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang menunjukkan wajah humanisnya melalui program Cahaya Lembaga Kesejahteraan Anak Terdata dan Terlayani (Cahaya Lentera).
Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap anak-anak panti asuhan yang selama ini kerap luput dari perhatian administrasi kependudukan.
Muhammad Thamrin, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data menjelaskan, program ini diluncurkan pada 2023, Disdukcapil Bontang menggandeng tujuh panti asuhan untuk memastikan seluruh anak di bawah naungan lembaga kesejahteraan anak memiliki akta kelahiran—dokumen penting sebagai pengakuan sah identitas warga negara.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk diakui negara. Melalui Cahaya Lentera, kami ingin memastikan mereka tidak lagi kehilangan hak tersebut hanya karena keterbatasan administrasi,” ujarnya.
Dengan sistem jemput bola, petugas Disdukcapil turun langsung ke panti asuhan untuk melakukan verifikasi dan pengumpulan berkas. Pendekatan ini bukan hanya mempercepat proses penerbitan akta kelahiran, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi anak-anak yang membutuhkan.
Muhammad Thamrin menuturkan, dalam pelaksanaan program, pihaknya menemukan banyak anak yang belum memiliki dokumen kependudukan termasuk yang berasal dari luar daerah.
Lebih dari sekadar layanan administrasi, Cahaya Lentera juga menjadi simbol kepedulian sosial pemerintah. Program ini menegaskan bahwa keberpihakan negara terhadap anak-anak tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.
“Karena itu, kami bekerja sama dengan pengelola panti untuk melengkapi data dan berkas. Setelah lengkap, pencetakan akta dilakukan di kantor Disdukcapil,” Pungkasnya.
Penulis: Andi Syardilla

