InfoBontang.Id, – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bontang terus difokuskan pada intervensi sejak usia dini.
Pemerintah menilai pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fase paling menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin, mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan ketika anak sudah memasuki usia yang lebih besar.
Menurutnya, langkah pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun agar risiko gangguan pertumbuhan dapat ditekan secara maksimal.
“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa emas sekaligus masa yang paling rentan. Jika intervensi dilakukan tepat sasaran pada fase ini, maka potensi terjadinya stunting dapat diminimalkan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Diringa menjelaskan, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga keluarga.
Edukasi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat.
Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun pemerintah daerah, masih terdapat sejumlah bayi usia di bawah satu tahun yang memerlukan perhatian khusus.
Kelompok usia 0 hingga 6 bulan menjadi sasaran prioritas karena berada pada fase awal pertumbuhan yang sangat menentukan kondisi kesehatan anak di masa mendatang.
Menurut Syahruddin, data hasil pemantauan lapangan menjadi instrumen penting dalam menentukan langkah intervensi yang lebih tepat.
Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi kelompok sasaran yang membutuhkan pendampingan dan layanan kesehatan secara intensif.
Ia menambahkan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga mencakup pemenuhan layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, pemantauan status gizi, hingga perbaikan sanitasi dan lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, koordinasi antar perangkat daerah terus diperkuat agar program penanganan stunting berjalan lebih terintegrasi.
Setiap instansi memiliki peran masing-masing dalam mendukung upaya pencegahan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan keluarga, hingga pembangunan infrastruktur dasar.
Dirinya juga menilai kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Orang tua diharapkan aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, termasuk rutin membawa anak ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Stunting adalah persoalan yang harus dicegah sejak awal. Karena itu, seluruh pihak perlu bekerja bersama memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi, layanan kesehatan, dan perhatian yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun agar dapat tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya.
Penulis: Rae

